A Man

  • Archive
  • RSS
  • Ask me anything
  • Submit

ketika

ketika cicak tak mau lagi merayap di dinding..

ketika ikan tak mau lagi berenang di air..

ketika burung tak mau lagi mengudara..

ketika benalu tak mau lagi bersama inangnya..

ketika mentari tak mau bersinar..

ketika bulan enggan menampakakan wajahnya..

ketika, ketika, ketika,

aku dan ketika..

  • 3 days ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

srek..srek..

begitulah suara langkah kakiku

lapan jam lamanya aku berjalan

akhirnya kudapati air mata ini

mengingat perbuatanku selama ini

srek..srek..

oh ibu, kini muncul lagi senyum di bibirku

kuingat dirimu yang selalu berdoa

walau aku tak tahu diri

engkaulah wanita paling kucinta

srek…srek..

  • 2 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

sepi

Read More

  • 5 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

suatu ketika di akhir Ramadan 1433 H

  • 5 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Catatan perjalanan ke gunung Slamet (part 5-end)

pukul setengah lima kami semua sudah siap jalan lagi, target kali ini adalah sampai Guci sebelum gelap. Kami optimis dapat melakukannya karena dulu mas Dhalu pernah turun dalam waktu dua jam. mantapp.. perjalanan dilanjutkan kembali, awal perjalanan enjoy semua. Hanya ritme langkah yang sedikit lebih cepat. Kami sempat berpapasan dengan rombongan Jogja yang akan menuju Plawangan, kami hanya bertegur sapa dan mengucapkan salam perpisahan sebentar dan kemudian melanjutkan perjalanan kembali. Clowor yang paling belakang menyuruh saya yang berada di depannya untuk jalan dengan setengah berlari agar tidak cepat lelah. Lama-lama langkah semua anggota menjadi sangat cepat, malah mirip seperti orang berlari. Perjalanan turun kali ini tidak akan pernah saya lupakan, entah karena kaki sudah letih atau faktor sepatu yang saya pakai (saat itu saya pakai sepatu futsal, bukan trekking) atau jalur yang menjadi licin karena hujan,

Read More

  • 6 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Pop-upView Separately
  • 7 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Catatan perjalanan ke gunung Slamet (part 4)

Saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul dua setengah dua belas. Di sini merupakan batas vegetasi terakhir. Kami melihat ada tenda di sini., kabarnya kemarin sebelum naik sudah ada 2 rombongan yang juga naik melalui jalur Guci, yang satu rombongan Jogja, yang satunya lagi mungkin rombongan ini. Tapi kami belum berjumpa dengan si empunya tenda, mungkin lagi summit. Sambil beristirahat inilah saatnya untuk foto-foto, kami mengambil waktu yang cukup lama untuk beristirahat di sini karena setelah ini kita akan langsung summit attack kemudian nanti turun melalui jalur yang berbeda yaitu melalui jalur Bambangan. Sedang asyik foto-foto yang punya tenda ternyata baru saja turun dari puncak, kami ngobrol sebentar, mereka adalah rombongan dari Malang. Kita menanyakan situasi di atas, kata mereka kabutnya tebal. Tapi kita tetap memutuskan untuk summit. Setelah puas berfoto ria, mendopping tubuh summit pun dimulai.

Read More

  • 10 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

bosan

Read More

  • 10 months ago
  • 1
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Catatan perjalanan ke gunung Slamet (part 3)

Dari informasi yang saya peroleh di internet jarak antara pos 2 dengan pos 3 cukup dekat tidak sampai satu jam.  Walaupun baru sampai pos 2 target kita masih tetap sama yaitu harus sampai di pos kelima, senyum semangat terpancar dari wajah teman-teman semua. Kalau kata pak SBY, lanjutkan! Perjalanan dilanjutkan, perlu diperhatikan untuk mendaki gunung Slamet manajemen air sangat diperlukan karena minimnya sumber mata air di sini. Jadi setiap kali minum hanya dibatasi seteguk saja. Tapi tetap saja ada yang dua teguk, tiga teguk, tapi tak apalah yang paling penting kebersamaan. Haha… saat ini kita benar-benar memasuki hutan belantara. Sepanjang perjalanan hanya ada hutan, hutan dan hutan. Saya tanya mas Dhalu, sampai kapan hutan ini berakhir, dia menjawab sampai pos 5. Jadi selama perjalanan kita hanya akan disuguhi hutan teruuuss. Tapi ini merupakan kesempatan emas untuk saya, mumpung sedang berada di hutan saya jadi bisa teriak sepuasnya. Hal itu tidak bisa dilakukan jika di perkotaan, bisa dikira orang gila.

Read More

  • 10 months ago
  • 2
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Catatan perjalanan ke gunung Slamet (part 2)

Sekarang saya sendirian lagi menunggu teman-teman. Semalam sewaktu sedang di dalam bis saya mendapat kabar kalau teman-teman dari Semarang berangkat ke Tegal nebeng truk. Mereka berangkat pukul 21.00 dari Semarang, seharusnya pukul 03.00 pagi mereka sudah sampai. Namun ternyata belum sampai, pagi-pagi saya mendapat kabar lagi ternyata supirnya menghentikan truknya untuk tidur dulu dan baru bangun paginya.

Read More

  • 10 months ago
  • 1
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Page 1 of 3
← Newer • Older →

About

Now I see the secret of the making of the best person.
It is to grow in the open air and to eat and to sleep with the earth.
  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Ask me anything
  • Submit
  • Mobile
Effector Theme by Pixel Union